Showing posts with label KAJIAN SOSIAL. Show all posts
Showing posts with label KAJIAN SOSIAL. Show all posts

Monday, October 16, 2017

PENTINGNYA BERORGANISASI 

Oleh: Hanoe Yohanes





Hallo gays....
   Kali ini kita akan sharing tentang pentingnya berorganisasi. Setelah membaca tema di atas barang kali ada pertanyaan yang beroprasi dalam otak teman-teman semuanya. Apa sih organisasi itu ? apa manfaat setelah kita bergabung dalam sebuah organisasi? atau bertanya berapa macam organisasi yang dikenal dalam lingkup sosial?.
Gays...
   Jika kita melihat secara seksama, tentu berorganisasi itu sangat bermanfaat dan menuntun kita pada pencerahaan atau pemahaman terutama dalam mencapai suatu harapan yang diiming-imingkan. Untuk memastikan itu semua, tentu kita membutuhkan suatu alasan yang dapat diterima secara akal.
Gays...
Untuk tidak bertele-tele alangkah lebih bagus kita langsung pada penjelasannya.

1. Apa itu organisasi ?

   Organisasi adalah suatu wadah yang terdapat banyak individu yang memiliki cita-cita dan tujuan yang sama, gunah memperoleh kesejahteraan. Atau organisasi merupakan organ-organ yang disasikan atau disatukan untuk mencapai tujuan yang disepakati bersama. Organ-oragan ini tidak lain adalah manusia.
   Istilah organisasi dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris organization yang berakar dari bahasa latin organizare yang berarti membentuk sebagai atau menjadikan keseluruhan dalam bagian-bagian yang saling bergantungan atau terkoordinasi. Singkatnya organisasi adalah satu-kesatuan yang saling bergantungan.
   Organisasi didefenisikan sebagai suatu sistem yang mapan dari mereka yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama, melalui suatu jenjang kepangkatan dan pembagian tugas ( comunication in organitation, Evert M. Rogers, Rekha A. Rogers ) dalam buku Prof. Drs. Onong Uchjana Effendy, M.A
   Menurut Stephen P. Robins berpendapat bahwa organisasi adalah kesatuan yang dikoordinasikan secara sadar dengan, sebuah batasan yang relatif, dapat diidentifikasi, yang bekrja secara terus  menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama.
   Hasibuan mengutarakan pemikirannya mengenai arti dari organisasi adalah proses penentuan, pengelompokan, dan pengetahuan bermacam-macam aktivitas yang diperlukan untuk mencapai tujuan bersama.

2. Apa tujuan dan manfaat berorganisasi ?

   Tujuan utama berorganisasi adalah untuk mencapai tujuan bersama, atau dengan sederhana adalah untuk mencapai kesejahteraan setiap anggota dalam organisasi.
   Manfaat organisasi antar lain yakni, bagaimana kita, dapat menyelesaikan masalah dengan mudah dan efisien secara bersama. Seperti yang kita ketahui bahwa dalam berorganisasi terdapat banyak orang dan banyak pemikiran yang cemerlang sehingga segala bentuk masalah baik pribadi maupun kelompok dapat terselesaikan dengan cepat. Selain itu juga dalam organisasi diterapkan kerja sama atau kerja team.
   Melatih kita untuk menjadi pemimpin ( Leader ). 
Dalam interaksi sosial terutama didalam organisasi kita dilatih untuk menjadi pemimpin, baik memimpin diri sendiri, dan memimpin banyak orang atau organisasi. Mengapa demikian? karena berorganisasi, kita selalu diembankan dengan tugas dan tanggung jawab, yang musti dijalankan sesuai keputusan bersama dalam organisasi. Jika semua ini terealisasi maka itu adalah salah satu cara kita belajar menjadi pemimpin.
   Menjadi pembicara yang baik ( public speaking ). 
Dalam berorganisasi segala bentuk keputusan dilakukan secara musyawarah mufakat, yang artinya melibatkan semua anggota untuk dapat mengutarakan pemikiran secara terbuka, sehingga peluang ini dapat membentuk kita saat tampil berkomunikasi terutama dalam penyampain ide, gagasan dan pendapat didepan banyak orang, yang membawa kita pada pemupukan mental dan penyusunan formulasi kata yang baik. Dimana secara sadar dan tidak sadar itu adalah kunci awal menjadi pembicara yang baik.
   Pembentukan krakter saat berinteraksi dengan orang lain.
Menghargai setiap pendapat orang lain merupakan suatu hal yang mulia dalam berorganisasi. Tujuan organisasi akan tercapai apa bila ada rasa memiliki, menghargai dan percaya antar satu dan yang lain, sehingga ini akan berdampak pada dialektika kita saat berbaur di lingkungan sosial. Selain itu dalam berorganisasi, kita dapat memperoleh wawasan, dan pengetahuan yang luas, serta memiliki pergaulan yang luas pula.

3. Berpah macama organisasi yang dikenal di lingkungan sosial ?

   Dalam peradaban di lingkungan sosial terdapat dua macam organisasi yaitu organisasi formal dan nonformal.
   Organisasi formal adalah perkumpulan satu atau lebih orang, yang memiliki tujuan yang ingin dicapai yang didasari oleh kesadaran dan rasional. contohnya, negara, sekolah,dan dan suatu instansi.
Sedangkan organisasi nonformal merupakan antonim dari organisasi formal atau lawan kata. Yaitu perkumpulan satu atau lebih individu yang mempunyai tujuan atas dasar ketidak sadaran. Contohnya, pecinta club bola, komunitas motor metic, dan lainnya.

4. Apa saja masalah didalam organisasi ?

    Perbedaan pendpat.
    Perbedaan pendapat diakibatkan karena ketidak efektifan dalam komunikasi, artinya segala bentuk informasi tidak tersampaikan secara baik dalam organisasi. Sehingga perlu diperhatikan untuk mengatasi masalah seperti itu butuh kerja sama antar anggota, demi mencapai tujuan organisasi.
Individualistik.
   Terkadang anggota organisasi, selalu mementing kepentingan sendiri,atau membawakan masalah pribadinya kedalam organisasi sehingga tidak menghargai anggota lainnya, hal ini berdampak pada organisasi sehingga menghambat jalannya organisasi. Untuk mengatasinya setiap anggota perlu memetahkan masalah individu dan masalah sosial, sehingga segala bentuk persoalan pribadi tidak dibawah kedalam rana organisasi karena itu menjadi penghambat organisasi.
  Rasa apatis
   Seringkali terjadi masalah seperti ini dalam organisasi, karena tidak adanya kerja sama, artinya setiap anggota saling mengharapkan satu dengan yang lain atau saling melemparkan tanggung jawab. Ini dikarenakan tidak adanya koordinasi yang baik antar anggota. Untuk menyelesaikan masalah seperti ini, perlu adanya garis koordinasi yang baik dan komunikasi yang baik juga.
Gays....
   Intinya berorganisasi itu merupakan wadah penyatuan berbagai individu, dengan cita-cita yang sama untuk mencapai kesejahteraan atau keputusan bersama. di dalam organisasi kita dibentuk menjadi manusia yang bertanggung jawab, terutama menjadi pemimpin sejati, baik dalam lingkup kecil seperti diri sendiri maupun lingkup besar, yakni lingkungan sosial. Kita juga dapat membina hubungan yang baik dan luas, serta wawasan dan pengetahuan yang besar.
Gays...
   Sekian sharing kita pada kesempatan ini, semoga bermanfaat. Mari kita saling mengisi satu dengan yang lain demi Mencapai cita-cita kita. mohon maaf apabila ada kesalahan, dalam penyampaian materi maupun ketikan, itu hanya semata ketidak sempurnaan manusiawi..atas perhatiannya TERIMAKASIH!!! sampai jumpa...!!!


Daftar Pustaka


Prof. Drs. Uchjana Effendy Onong M.A, Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek, PT Remaja Rosdakarya,Bandung, 2013
www. e-jurnal.com

Tuesday, April 4, 2017

ETIKA DAN MORAL

                                                                        MAKALAH

                                                                 ETIKA DAN MORAL
                                                               
                                                                           OLEH:
                                                    
                                                                YOHANES HANOE

                                                                      (2015230092)







                                                               



                                                          PRODI ILMU KOMUNIKASI

                                          FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

                                          UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI


                                                                     MALANG

                                                                         2016




KATA PENGANTAR

Etika sebgai refleksi manusia tantang apa yang dilakukannya dan dikerjakannya mempunyai suatu tradisi yang panjang. Sejarah etika sudah sering digambarkan dan sempat mengisi beberapa buku, artikel dan tulisan ilmiah lainnya. Namun banyak gejala menunjukan bahwa di zaman kita, banyak yang minat dengan ilmu etika yang merupakan salah satu cabang filsafat. Untuk itu dengan tulisan ilmiah ini dapat membatu dalam mencari pemahaman tentang etik itu sendiri. Terutama dalam perkembangan zaman yang begitu pesat, yang ikut mempengaruhi moral , sehingga dengan kajian-kajian seperti ini, merupakan solusi untuk mengimbangi perubahan globalisasi yang terjadi setiap waktu tanpa hentinya.

Dalam penuisan karya ilmiah ini tentu memiliki banyak kekurangan, baik itu kurangnya refrensi maupun kurangnya pengelaman, sehingga sangatlah diharapkan, kritik dan saran, demi mengevuluasi kembali penulisan-penulisan berikutnya.


                                                                                                                               Malang , 4 April 2017




PEMBAHASAN

A. Etika dan Moral

a. Etika

Etika merupakan suatu term yang mempunyai arti gaya, tindakan, prilaku, sifat yang sudah menjadi kebiasaan, atau tradisi dalam aktivitas manusia. Etika berasal dari bahasa Yunani kuno ethos daam bentuk tunggal berarti tempat tinggal yang biasa,, kebiasaan, adat istiadat, akhlak, watak, perasaan, sikap, dan cara berpikir. Dalam bentuk jamak ta e tha yang berarti adat kebiasaan. ( hal. 3 Bertens. K. etika, Jakar.ta; PT. Gramedia pustaka, 2007 ). Dari bentuk jamak itu yang menurut filsuf Aristoteles ( 384-322 S.M ) sudah dipakai untuk menunjukan filsafat moral. Etika menurut ilmu adalah suatu ilmiah tentang apa yag bisaa dilakukan atau ilmu entang adat kebiasan. ( hal. 4 ).

b. Moral

Pada dasarnya moral itu, sama arti dengan etika. Yang artinya adat kebiasaan. Perbedaan etika dan moral terletak pada asal bahasanya. Yakni etikaa dari bahsa Yunani, moral berasal dari bahasa Latin mos, atau mores yang berarti adat kebiasaan dan kebiasaan.

B. Amoral dan Imoral..

a. Amoral.

Amoral adalah suatu pernyataan dimana tidak berhubungan dengan moral. Yang dalam bahasa inggrisnya unconcerned with, out of the sphere of moral. ( concise oxsford ).

b. Imoral

Immoral diartikan bahwa bertantangan dengan moralitas yang baik “ secara moral baik.” Atau “ tidak etis “. Dalam kamus yang sama pada pngertian amoral menyatakan opposed to morality; morally evil.

C. Etika dan etika.

Dalam rangka memperjelas istilah yang kerap kali digunakan dalam menyebut etika terkadang kita menemukan kata etika yang di campur aduk. Sebenarnya kedua kata tersebut memiiki perbedaan, sehinga perlu kita membedakan lebih lanjutt.

· Etika

Disini etika berarti moral. Sedangkan etiket, berarti sopan santun. Yang dalam bahasa inggrisnya ethic dan etiquette.

D. Etika sebagai cabang filsafat.

Etika adalah salah satu dari cabang filsafat yang memuat tentang kebiasaan seperti pada pengertian dari termnya yang sudah diuraikan di atas. Karena etika adalah salah satu bagin dari filsafat yag meliputi moralitas sebagai ciri khas manusia, etika tentang moralitas, dan mataetika. Sebelum masuk kedalam definisi dari ketiga hal di atas, kita perlu mengetahui apa itu filsafat.

Filsafat pada awalnya dikenal pada kisaran tahun 700 S.M. Di Yunani. Filsafat dalam bahasa Yunani disebut sebagai philoshopia, pada dasarnya terkontruksi dari dua suku kata, philos atau philia dan shopos. Philos diartikan sebagai cinta, persahabatan, sedangkan shopos berarti hikma, kebijaksanaan, pengetahuan, keterampilan, pengelaman praktis, dan intilegensia. Oleh karena itu philosophia dapat diartikan sebagai cinta kebijaksanaan, atau kebenaran. Jadi etika filsafat adalah pengetahuan tentang kebijaksanan mengenai tinglaku, kebiasaan, dan adat istiadat.

a. Moralitas : sebagia ciri khas manusia.

Tindakan manusia selalu akan berkaitan dengan baik atau buruk. Namun dalam perbuatan manusia juga terdaapat sifat netral. Itu terlihat dari segi etis. Contohnya orang akan beranggapan bahwa segala tindakan seperti makan menggunaakan tangan kiri itu tidak etis. Dari pernyataan di atas dapat menimbulkaan suatu pertanyaan baru “ bagaimana dengan orang yang sejak lahir , dan terbiasa menggunakan tangan kirinya untuk makan, dan menulis?” dari pertnyaan ini, seolah-olah memberi penjelasan baahwa hal itu memang wajar , artinya disini menunjukan sifat kenetralan. Untuk lebih jelaskn akan dibaahas pada etika deskriptif.

b. Etika : ilmu tentang moralitas.

Sudah dijelaskan tentang moralitas seperti yang tertera pada penjelasan sebelumnya. Pada hal ini kita akan melihat etika sebagai ilmu yang membahas tentang moralitas. Atau dalam anggapan lain diartikan untuk menyelidiki tingka laku moral. Dalam kajian ini terdapat tiga pendekatan yang berkaitan dengan konteks diatas yakni meliputi, etika deskriptif, etika normatif, dan mataetika.

· Etika deskriptif.

Etika ini hanya dapat menggambarkan tingkalaku moral, dalam arti luas contohnya adat kebiasaan, anggapan-anggapan baik dan buruk, tindakan-tindakan yang diperbolehkan atau tidak diperbolehkan. Etika deskriptif ini mempelajari moralitas yang terdapat pada individu, kebudayaan, kultur tertentu pada priode sejarah dan sebagainya. Etika deskriptif hanya dapat melukiskan, tidak dapat memberi penilaian. Misalnya melukiskan tentang adat istiadat, seperti MASRAPU yang ada di Sumba Timur, yang dapat diglongkan sebagai masyarakat primitif. Tapi disini, ia tidak dapat menyatakan bahwa adat istiadat tersebut dapat diterima atau ditolak.

· Etika normatif.

Etika normatif merupakan suatu bagian fital dari etika, dan bidang yang berlangsung diskusi-diskusi yang paling menarik karena membahas tentang masalah-masalah moral. Di sini tidak tergambar seperti pada etika deskriptif, yang bersifat netral, namun disini etika normatif melibatkan diri dengan mengemukakan penilaian terhadap prilaku manusia. Etika normative dapat dibagi menjadi dua yakni etika umum dan etika khusus.

 Etika umum.

Etika umum memandang, tema-tema umum seperti apa itu norma? Jika ada banyak norma etis, dan bagaimana mengikat kita?

 Etika khusus

Etika ini berusaha menerapakan prinsip-prinsip etis yang umum atas prilaku manusia yang khusus. Dengan menggunakan suatu istilah lazim dalam konteks logika dapat dikatakan bahwa dalam etika khusus itu premis normatif dikaitkan dengan premis factual untuk menyimpulkan etis yang bersifat normative juga.

c. Metaetika.

Cara lain untuk mempraktekan etika sebagai ilmu adalah mataetika. Awalan meta dari bahasa Yunani yang berarti melebihi.

Kesimpulan dari istilah ini digunakan untuk menunjukan bahwa yang dibahas disini bukanlah moralitas secara langsung, melainkan ucapan-ucapan kita dibidang moralitas.




DAFTAR PUSTAKA

Bertens .K,2007, Etika. Jakarta :PT Gramedia Pustaka Utama.

Kattsoff Louis O,1992, Pengantar filsfat. Yogyakarta: Tiara Wacana.


Aburaera Sukarno, Muhadar, Maskun,2013, Filsafat Hukum. Jakarta: Kencana Prenada Media Group