Monday, November 27, 2017

TUA METO TUA A FUT LASI ( SOPI/ARAK SEBAGAI PENGIKAT )


Oleh: Hanoe Yohanes

Sumber: internet

    Dalam kehidupan sosial masyarakat tidak terpisahkan dari adat istiadat. Nilai yang terkandung dalam adat istiadat sudah terlahir sejak dahulu kala, oleh para leluhur hingga pada masa sekarang masih tumbuh dan berakar didalam masyarakat. Masyarakat Timor terkhusus di Kabupaten Timor Tengah Utara, Kefamenananu yang merupakan salah satu suku dari sekian banyak suku di nusantara yang tidak terlepas dari adat istiadat, atau budaya. Hal ini dapat di lihat dengan kebiasaan orang dawan, kefamenanu, menggunakan tua meto ( sopi atau arak ) sebagai salah satu alat yang digunakan dalam ritual adat, salah satunya adalah untuk menyelesaikan masalah, atau persoalan di masyarakat.

    Tua meto ( sopi/arak ) adalah sejenis minuman yang beralkohol yang dikenal di kabupaten Timor Tengah Utara, Kefamenanu dan sekitarnya. Tua meto ( sopi/arak) ini, adalah hasil fermentasi air nira dari pohon tuak, atau siwalan dan disubling secara tradisonal dengan menadah uap dari penyublingan tersebut hingga menjadi tua ( sopi/arak ).

    Masyarakat Kefamenanu, kerab kali menggunakan tua ( sopi/arak ) dalam menyelesaikan suatu masalah, contohnya ketika ada konflik antar sesama anggota keluarga karena kesalah pahaman, maka tua adat, atau orang yang dipercaya untuk menyelesaikan masalah tersebut akan memeberi tuturan kepada yang bersangkutan berupa nasihat. Hal itu akan berakhir atau dapat diperdaimakan apa bila sesudah memium tua  ( sopi/arak ) berjanji secara bersama terutama mereka yang ingin disatukan lagi. Kebiasaan ini dikenal dengan kata tiun tua ( minum sopi/arak ), maka secara hukum adat segala bentuk persoalan, konflik, atau perselisihan tersebut akan berkhir pula pada saat itu.

    Dari contoh lainnya juga ketika ada pernikahan dan sebelum masuk pada acara resepsi, ada satu tahapan yang dikenal dengan, tes tua ( menuangkan sopi/ arak). Tahapan ini juga menggunakan tua ( sopi/ arak ) yang dimana dikenal masyarakat setempat sebagai awal perkenalan secara adat, oleh kedua keluarga baik dari mempelai perempuan dan mempelai laki-laki. Adapun acara-acara lainnya yang membutuhkan tua seperti, pesta adat kecil-kecilan dalam keluarga, saat kedatangan tamu, bertemu teman lama, yang sudah lama tidak berjumpa, atau melepas teman saat melakukan perjalanan dalam artian merantau.

    Dari segi ekonomis, adanya tua ini juga membawa keuntungan kepada masyarakat Kefamenanu, terutama bagi mereka yang menjual tua. Dari sebagian besar masyarakat Timor Tengah Utara terdapat sebagian orang atau penduduk yang menjadikan mata pencarian tambahan selain bertani dan beternak dengan menjual tua. Dengan harapan untuk menambah penghasilan terutama dapat membantu kebutahan rumah tangga seperti bahan sembako. Keuntungan yang diperoleh itu juga, dimanfaatkan untuk membantu biaya pendidikan anak sekolah.

    Beberapa desa di Kecematan Insana, ketika kita berkunjung kesana pasti akan menumukan keluarga atau orang yang berwirausaha dengan menjual tua. Wilayah-wilayah itu seperti desa Lanaus ( Tualeu ),  Letmaffo ( Kiupasan ), dan desa tetengganya.


6 comments: